Bayu Kuncoro
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

PENDAHULUAN
Emosi, dan perkembangan sosial, juga merupakan bagian dari pertumbuhan anak yang perlu dipahami oleh guru untuk menjadikan anak sukses dalam belajar, serta untuk membangun karakternya. Anak-anak dalam rentang umur sekolah dasar, sudah berada dalam satu tahapan perkembangan, di mana mereka, sudah belajar untuk, mengontrol emosi mereka, membangun relasi sosial, serta, memahami dan, menginternalisasi, norma dan nilai di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, apa yang terjadi, pada perkembangan sosial dan emosi anak di umur sekolah dasar dalam kaitannya dengan bimbingan yang diberikan kepada peserta didik. Kajian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat literasi, dengan mengkaji sejumlah sumber yang diambil dari buku, jurnal, dan juga artikel, yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. Penelitian ini menemukan bahwa, jika ada, perubahan positif di dalam perkembangan emosi dan sosial anak, maka akan menjadikan bimbingan yang diberikan, di dalam aspek pribadi, sosial, dan akademik, menjadi bimbingan yang, lebih sukses.
Oleh karena itu, para guru, setidaknya, perlu memahami, setiap tahapan dari perkembangan emosi dan sosial yang, anak, yang mereka ajar, untuk, mengarahkan, memberikan, dan, menyesuaikan bimbingan, secara tepat dan, efisien.
Kata kunci: perkembangan emosi, perkembangan sosial, sekolah dasar, bimbingan peserta didik.
Bagi anak sekolah dasar, saat-saat seperti ini, merupakan sebuah fase perkembangan yang cukup krusial dalam hal psikologis dan sosial. Pada fase ini, anak sudah bisa belajar mengidentifikasi, dan mengontrol emosinya, serta mulai terjalin hubungan sosial baik dengan teman-teman dan dengan gurunya. Pada saat fase perkembangan seperti ini, apabila emosinya sudah terkontrol dan perkembangan sosialnya terjalin dengan baik, kemampuan belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya di sekolah, akan meningkat secara signifikan.
Dalam hal ini, sebagai pengajar, sudah tentu sekolah sebagai institusi formal, memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal ini, untuk mendampingi perkembangan sosial dan emosional dari para siswa. Guru untuk setiap peserta didik tidak hanya sebagai pengajar, namun sebagai konselor, yang mana mendampingi siswa dari permasalahan secara individual dan sosial. Pendampingan peserta didik, dalam hal ini merupakan salah satu hal yang mendukung dan mentor mendorong siswa untuk dapat berada dalam fase perkembangannya yang optimal.
Ironisnya ternyata ada cukup banyak peserta didik yang masih kesulitan dalam mengelola emosi dan keterlibatan sosial seperti mudah marah, tidak percaya diri, dan sulit berkolaborasi. Hal ini menjadi penting karena, kajian tentang perkembangan emosi dan sosial anak sekolah dasar, dan bagaimana ini berdampak pada konseling anak, menjadi sangat penting.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada penulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penulis mendapatkan data dengan cara mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tulisan, yang meliputi buku, jurnal, dan artikel yang membahas psikologi perkembangan, pendidikan, emosi dan sosialisasi anak sekolah dasar dan bimbingan konseling.
Penulis mengolah data dengan cara membaca, memahami, dan menganalisis kajian literature, lalu mengonstruksikan data dalam urutan yang sistematis dan menyeluruh, sehingga penulis mendapatkan gambaran yang utuh mengenai topik yang dibahas.
Hasil Penelitian dan Pembahasan:
1. Perkembangan Emosi Anak Sekolah Dasar
Anak sekolah dasar sudah lebih mampu mengontrol emosi dibandingkan pada usia sebelumnya. Mereka sudah dapat mengenali, merasakan, dan mengekspresikan berbagai emosi, seperti bahagia, sedih, marah, dan merasa kecewa. Namun, anak-anak masih memerlukan bimbingan untuk mengelola emosi negatif agar tidak mengganggu konsentrasi belajar dan hubungan sosial yang mereka miliki.
2. Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar
Anak sudah mulai aktif dalam berinteraksi sosial dengan teman sebaya dan membentuk kelompok untuk bermain. Anak juga sudah dapat belajar untuk bekerja sama. Anak juga sudah mulai memahami dan mematuhi aturan dan norma yang ada di sekolah.
3. Konsekuensi untuk bimbingan bagi siswa
Perkembangan emosional dan sosial anak-anak, dalam hal ini, memiliki konsekuensi penting terhadap bagaimana bimbingan bagi siswa diterapkan. Guru perlu menawarkan bimbingan yang bersifat preventif dan perkembangan, misalnya, dalam kasus menciptakan lingkungan kelas yang aman secara emosional, menunjukkan perilaku sosial yang baik, dan memberikan bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah pribadi dan sosial mereka. Bimbingan yang tepat dapat membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, keterampilan interaksi, dan sikap positif terhadap pembelajaran.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan emosional dan sosial anak-anak sekolah dasar penting karena mempengaruhi keberhasilan belajar dan perkembangan kepribadian siswa. Perkembangan emosional yang baik dan keterampilan sosial akan memfasilitasi proses bimbingan dan konseling di sekolah. Oleh karena itu, guru perlu memahami karakteristik perkembangan emosional dan sosial anak-anak dan menerapkannya dalam kegiatan bimbingan agar siswa dapat berkembang secara optimal, baik secara akademis maupun dalam aspek sosial-emosional.
Daftar Pustaka
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development. Jakarta: Erlangga.
Sukmadinata, N. S. (2013). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, S. (2014). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.